Anggota DPRDSU Ir Tagor Pandapotan Simangungsong Diulosi Himbau Pemko Medan Pembenahan Infrastruktur Jadi Prioritas
Medan, Metro khatulistiwa. Com Kegiatan reses anggota
DPRD Sumatera Utara asal daerah pemilihan Medan masih menerima keluhan
dan pengaduan masyarakat terkait persoalan klasik. Masalah drainase,
pembenahan tanah wakaf, infrastruktur jalan dan juga masih banyaknya
jumlah pengangguran yang perlu diperhatikan Pemerintah Kota Medan.
Hal
itu dikemukakan warga kelurahan Sicanang Kecamatan Medan Belawan dalam
reses anggota DPRD Sumut
asal Medan Tagor Pandapotan Simangungsomg, Sabtu (4/6) kemarin.
Masyarakat mengeluhkan minimnya infrastruktur jalan dilingkungan mereka,
dan masih banyaknya jalan yang belum diaspal hingga setiap hari harus
memijak jalan yang becek yang menyebabkan kaki menjadi sakit gata-gatal,
ujar M Silaban.
M Silaban juga
mengeluhkan, sudah lama dia mengajukan agar jalan yang ada di tempat
tingga;nya segera dibenahi karena kami tidak mempunyai sampan pak dewan,
ungkapnya. Kepada DPRD Medan juga yang reses kemari sudah saya mohonkan
tapi sampai sekarang tidak ada juga pembenahan jalan di lingkungan
kami.
Sementara itu M Sinaga juga mengeluhkan tanah wakaf
yang hingga saat ini masih terendam air pasang, hingga orang mati jadi
dua kali mati pak dewan, keluhnya. Dia mengungkapkan jika akan dilakukan
penguburan maka yang peti akan mengambang karena terendam air pasang
yang terus mengenangi tanah wakaf.
Lanjutnya, di daerah kami
ini ada pembangunan jalan tapi sampai sekarang tidak ada plank merek
perusahaan yang memperbaiki jalan itu. Begitu juga dengan pembuangan
limbah dari perusahaan yang ada di daerah kami, seperti PT PLN, PT
Canang Indah, PT Cipta Prima, PT Belawan Deli dan juga PT PN Gas,
perusahaan itu sangat mengganggu.
Kalau mati lampu
di daerah Sicanang ini pak dewan, maka Genset dari PT PLN itu
getarannya sangat terasa hingga ke rumah warga, menyebabkan dinding
rumah kami retak, sementara itu pembuangan limbah PT Canang Indah abunya
sampai ke rumah warga hingga banyak warga di daerah kami ini
batuk-batuk. Jadi tolonglah kami pak dewan agar wilayah tempat tinggal
kami diperhatikan, karena daerah kami ini paling tertinggal.
Sebagian
warga juga meminta agar ibu-ibu yang ada di lingkungan mereka juga
difasilitasi pekerjaan seperti menjahit pakaian, dan juga penyediaan
fasilitas rumah jompo, dan juga masih banyaknya gizi buruk yang melanda
balita dalam lingkungan mereka.
Tagor Pandapotan
Simangungsong, selaku Anggota DPRD Sumut asal Medan yang juga politisi
PDI Perjuangan mengatakan, dirinya akan menampung semua aspirasi
masyarakat yang berada di Kelurahan Belawan Sicanang Kecamatan Medan
Belawan. Karena memang sudah tugas dan kewajiban saya untuk menampung
semua
aspirasi dan juga keluhan dari masyarakat Sicanang. Dan dia akan segera
melakukan koordinasi bersama Dinas Kesehatan Sumut, Dinas Sosial dan
juga semua SKPD yang berkaitan dengan semua keluhan yang diungkapkan
warga.
Kemudian Tagor usai Reses akan berupaya membawa agenda reses ini dalam Paripurna demi pembenahan infrastruktur menjadi prioritas.Selanjutnya
Tagor meninjau jalan-jalan yang ingin dibenahi warga dan juga
mengunjungi tanah wakaf yang sering terkena air pasang.
Sebelumnya di Martubung dihadiri warga mencapai 500 orang didampingi Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda dan LSM menyambut Tagor dengan sukacita sebab baru kali ini dikunjungai Anggota Dewan., demikian ungkap Pasaribu didampingi Kiki Sihombing, Kepling dan Warga.
Pasaribu mennyampaikan keluhan tentang masalah drainase, IMB (izin mendirikan bangunan), bau limbah pabrik KIM dan masalah Jamkesmas.
Lalu Tagor meresponinya dengan positif akan menyampaikan dalam paripurna nanti dan memanggil Pemko Medan, masalah Jamkesmas itu anggaran dari Pusat, Jamkesda dana dari gubernur, sedangkan masalah Medan sehat adalah tanggung jawab Pemko Medan, maka bagi masyarakat yang belum mendapatkan jaminan kesehatan bukan urusan Kepling dan Kelurahan jadi yang mengurus itu adalah pihak statistik yang menentukan dan mensurveynya, namun demikian bila ada yang butuh Tagor siap melayaninya untuk dibantu, ujar Tagor.
Sementara Kiki Sihombing menyampaikan pentingnya masyarakat difasilitasi masalah ketrampilan dan keahlian dibidang jahit-menjahit agar disediakan dan dicari Bapak angkat. dan masalah lain yang disampaikan warga yaitu masalah pasar tradisional ada dikutip preman-preman sehari Rp 2500,-dan Rp 100 ribu/bulan
Tagor mendapat laporan masyarakat sangat terkejut adanya pungutan liar pihak preman akan kita sampaikan melalui pansus dapat diselesaikan dengan baik. Akhirnya wargamenyampaikan ulos sipalas roha melalui M Sitohang dan isteri kepada Tagor Simangunsong yang diakhiri makan siang dan berdendang bersama lagu " Anakna Burju" (Hisar/Janfrico)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar