Rabu, 06 Juni 2012

Anggota DPRDSU

Mantan Wartawan Daftar Cawagubsu

Nurhasanah SSos Daftar ke Demokrat, Satu-satunya Kandidat Perempuan

CAWAGUBSU- Nurhasanah, satu-satunya kandidat perempuan mendaftar jadi Cawagubsu mengembalikan formulir ke tim sembilan yang diterima Tahan Manahan Panggabean di Sekretariat Partai Demokrat Jalan Multatuli, Selasa (5/6).
















Medan, Metro Khatulistiwa. Com
Seiring berjalannya waktu di eraglobalisasi tak ada yang mustahil seorang wanita  seperti Nurhasanah SSos saat ini berpredikat menjadi Anggota DPRDSU dari Fraksi Demokrat Nurhasanah SSos, menggebrak dan melakukan terobosan baru dalam dunia politik di Sumut menjelang Pilgubsu 2013. Terbukti, hingga saat ini baru dia satu-satunya kandidat perempuan yang turut berpartisipasi dalam penjaringan calon kepala daerah 2013, melalui perahu Partai Demokrat.

Nurhasanah, bersama rombongan tiba di Sekretariat PD Demokrat sekitar pukul 14.00 WIB didampingi anggota DPRD Sumut, Ida Budiningsih dan diterima anggota Tim Sembilan, Tahan Manahan Panggabean dan Borkat Hasibuan SAg. Sekitar pukul 15.00 WIB secara resmi mendaftar, untuk posisi calon wakil gubernur di Sekretariat Partai Demokrat Jalan Multatuli, Selasa (5/6).
Menurut Ketua KPPI Sumut ini, dirinya merasa terpanggil untuk berpartisipasi pada Pilgubsu yang direncanakan akan dilangsungkan 7 Maret tahun depan, setelah memperoleh sinyal dari Ketua DPD Demokrat Sumut, HT Milwan. Terlebih partisipasi perempuan untuk terlibat mencalonkan diri juga kurang.
”Semula saya berpikir bagaimana agar tokoh perempuan tampil dalam Pilgubsu. Namun, setelah ditunggu-tunggu, tidak ada yang nongol. Akhirnya, saya bertekad maju berkat dorongan teman-teman di KPPI Sumut," katanya.
Dia menyebutkan, kesempatan tidak akan datang dua kali. Karenanya, peluang yang sudah didepan mata harus direbut. “Rebutlah kesempatan itu, karena kesempatan tidak akan pernah datang dua kali dalam hidup kita," katanya berfilosofi.
Anggota Komisi E DPRD Sumut ini juga menyatakan optimis, akan mendapatkan dukungan masyarakat, khususnya dari kaum perempuan di daerah ini. "Kita imbau perempuan Sumut untuk memilih perempuan.
Potensi perempuan di Sumut cukup handal dan tidak kalah kualitas dengan kaum pria,”kata Nurhasanah, yang mengaku dukungan pertama bagi dirinya untuk maju datang dari kalangan jurnalis.
Pada kesempatan itu, anggota Tim Sembilan Demokrat Tahan Manahan Panggabean menyebutkan dengan diterimanya berkas tersebut, nantinya akan dilakukan verifikasi. Selanjutnya, akan dilakukan survey dan hasil ini akan menentukan siapa yang akan diusung.
Tahana menyebutkan, pengembalian formulir kali ini, tergolong spesial karena dari sembilan kandidat yang mendaftar, baru satu-satunya calon perempuan. “Ini satu langkah politik berani dari politisi perempuan. Dalam Undang-undang diatur kesamaan hak antara laki-laki dan perempuan," katanya.
Terpisah, Direktur Eksekutif DPD Partai Demokrat, Borkat Hasibuan secara terpisah menyebutkan kandidat yang mendaftar melalui partai ini sudah mencapai 9 orang. Salah satunya merupakan
calon wakil gubernur. Sedangkan delapan lainnya mendaftar sebagai calon gubernur.
Ke-9 kandidat yang sudah mengembalikan formulir, HT Milwan, Erry Nuradi, Cornel Simbolon, AY Nasution, Soethan Bathoegana, Amri Tambunan, Gus Irawan, Benny Pasaribu, dan Nurhasanah.(Adls-Janfrico/Hisar)

Sidang AKBP Apriyanto di PN Medan Ada Keganjilan

Kompol Debora Harus Takut Tuhan Bukan Pada Atasan!


Medan, Metro Khatulistiwa. Com
Sidang PN Medan Jln Kejaksaan, sempat ricuh,  pelarangan kameramen jurnalistik saat mengambil momen ini hanya modus karena hatinuraninya diusik kepentigan????  Kompol Debora berbelit-belit, lelet, bingung memikirkan antara kejujuran hati nurani dan kebohongannya  mulai terlihat di persidangan membuat para jurnalis penasaran, terhadap kasus tudigan terhadap AKBP Apriyanto tersandung masalah narkoba diduga 'eror hasil test urinenya?'
 
Polisi tak perlu takut sama Wartawan, karena wartawan juga manusia...bukan setan atau hantu namun kenapa K Lubis oknum polisi suruhan Dirnarkoba mengawal Debora, keluar kata- kata"tidak takut pada wartawan" kalau dikonfirmasi takut memberikan respon? Nah kalau Polisi juga manusia punya rasa punya hati....ya ngomonglah.....???. Polisi adalahjabatan sementara....sebelum pengsiun, dan setelah pengsiun bisa jadi wartawan ....Meskipun wartawan identik dilecehkan juga ga perlu takut melakukan amanah, tugas pokok  persnya, Polisi harus jujur, transparan dan akuntabel kalau tidak jujur bahasa tubuh, sejalan dengan otak yang terukur, akan terlihat dari kronologis secara psikologis aura, akan terbaca "O...itu  dari jawaban gugup, degup di raup semua orang melihat dapat menilai benar atau salah tak bisa tertutupi dari alat bukti, maka marah, arogan, emosi, muncul dari ungkapan tidak jujur menutupi kesalahan dan kepicikkan??...Orang picik tanda  mampu menghadapi kenyataan seperti jawaban Dirnarkoba..... " Semua Polisi kan sudah  tahu tugas Wartawan dilindungi Presiden sesuai UU Pokok Pers No 40 Tahun 1999, UU KIP Tahun 2008, , tugas Polisi mengayomi, melindungi, menjadi tauladan," Kebohongan pasti akan terungkap....Kalau  Wartawan ga ada dilengkapi senjata pun ga juga perlu takut....konfirmasi Toh....

Makanya oknum polisi KL kan tau  dalam bahasa Batak " Alus nalambok paombun ate-ate=Jawaban yang lembut mendinginkan hati"  Jdi ga perlu marah-marah kalau memang tidak ada yang ditutup-tutupi....santai ajalah. Memang kalau ada kehilangan yang menjawab "Bukan aku pencurinya, pasti tidak marah-marah, tapi kalau benarmencuri pengakuan itu dengan nada tinggi, marah-marah dan emosi lagi...itulah...anekdotnya. Seperti halnya dalam sidang di PN Medan Selasa (5/6)  Kompol Debora sebagai saksi ahli lho kok .. gugup mengakui botol test urin itu tak ada label atau ada label aja bingung....bingung....bingung...itu masalah botol ada nama?....sementara pengakuan Wadir Narkoba AKBP Aprianto Basuki Rahmad akui ada label nama, sementara data botol test urine tak ada nama yang dbuat jadi BAP setelah hitungan puluhan hari,   tentu ada kesalahan laporan pihak analis laboratorium forensik poldasu,  test urine sudah diduga direkayasa...kenapa maumembohongi diri sendiri dan orang lain apa diduga...ada dikasi duit atau diduti???? .makanya cobalah dulu dpikirkan dampak kepada Isteri, anak dan keluarga Apriyanto...atau kalau sebaliknya Debora dipihak isteri Apriyanto????.   (Ulie)

Varia Warga Dari Tapteng

  Warga Nginap Di Kantor DPRDSu Akibat Lahan Diserobot PTSSL
Medan  Metro Khatulistiwa.Com
Koordinato Aksi Sugianto dan puluhan warga Padang Lawas, Sumatera Utara (Sumut) menggelar aksi mogok makan di depan gedung DPRD Sumut, Rabu (6/6/2012) siang. Aksi tersebut merupakan bentuk protes atas penyerobotan lahan warga oleh dua perusahaan perkebunan di Padang Lawas.

Aksi mogok makan itu didahului dengan aksi demonstrasi. Selain membawa poster kecaman, warga yang tergabung dalam Kelompok Tani Torang Jaya Mandiri (KTTJM) juga mendirikan tenda di depan gedung DPRD Sumut, Jl. Imam Bonjol, Medan.

Rencananya, aksi mogok makan akan terus berlangsung hingga DPRD dan Pemprov Sumut bersikap tegas atas penyerobotan tanah warga di tiga desa, yakni Desa Tobing Tinggi, Desa Haundung, Pintu Padang dan Desa Hadundung, Aek Rampah, Kecamatan Aek Nabara, Barumun. DPRD Sumut diminta menghentikan penyerobotan tanah oleh PT Sumatera Riang Lestari (SRL) dan PT Sumatera Silva Lestari (SSL).

Koordinator aksi, Sugianto menyebutkan, kedua perusahaan itu dengan sewenang-wenang menyerobot tanah warga sejak keluar konsesi tahun 2008 lalu. Padahal, warga telah menguasai lahan sejak tahun 2004 sesuai surat yang dikeluarkan camat dan kepala desa setempat.

"Penyerobotan lahan warga oleh dua perusahaan perkebunan terus berlangsung hingga sekarang. Bahkan gubuk warga di lahan sengketa dibakar oleh pihak perusahaan," kata Sugianto.

Desakan warga agar Kapolres Tapanuli Tengah dan Kapolsek Barumun Tengah, dicopot dari jabatannya, sebab perusakan lahan warga, serta pembakaran rumah warga yang dilakukan pihak perusahaan selalu dikawal polisi. Kemudian mereka juga mendesak agar polisi membebaskan Sinur Situmorang, salah seorang warga yang ditahan atas tuduhan perusakan fasilitas perusahaan (Hisar/Janfrico)

Selasa, 05 Juni 2012

Robohnya Jembatan Di Medan


Dinas Bina Marga Akan Dipanggil DPRD

Medan, Metro Khatulistiwa.Com Jembatan Titi Kuning yang ambruk akhir pekan kemarin, diperkirakan ambruknya jembatan peninggalan Belanda ini akibat kontruksinya yang sudah rapuh.
Evaluasi Anggaran Perawatan Jalan Jembatan menjadi agenda pembahasan pihak
Komisi D DPRD Sumatera Utara.

DPRDSu  akan mempertanyakan kepada Dinas Bina Marga Pemrovsu mengenai runtuhnya jembatan tua yang berada di Jalan M Basir, Medan Johor, atau yang dikenal dengan sebutan Titi Kuning baru-baru ini.

“Dalam waktu dekat ini Komisi D DPRD Sumut ada agenda rapat dengar pendapat dengan Dinas Bina Marga, salah satunya akan kita pertanyakan mengenai anggaran perawatan jalan dan jembatan,” kata anggota Komisi D, Guntur Manurung kepada wartawan, Selasa (5/6).


Sebagaimana disebutkan jembatan Titikuning yang roboh dan mencederai seorang warga bernama Ismail itu merupakan milik Pempropsu dan bukan milik Pemerintah Kota (Pemko) Medan. “Berarti inikan tanggungjawab Bina Marga, apalagi kita mendengar jembatan tersebut telah lama tidak mendapat perawatan,” kata politisi Partai Demokrat ini.

Dia juga mengaku sangat menyesalkan, kenapa jembatan yang disebut-sebut punya nilai sejarah itu tidak mendapat perawatan ataupun perbaikan sama sekali. Begitupun, kata Guntur jika memang tidak lagi dirawat kenapa masih dibuka untuk lalulintas umum.

“Terkait runtuhnya jembatan Titi Kuning ini, kita minta agar anggaran dinas bina marga dievaluasi, termasuk anggaran pemeliharaan jalan dan jembatan,” katanya.

Sebelumnya Walikota Medan, Drs H Rahudman Harahap MM  yang ditemui di sela-sela kegiatan penanaman pohon di kawasan kanal Medan Johor, mengatakan kepada wartawan bahwa jembatan Titi Kuning yang roboh bukan milik Pemko Medan. “Jembatan itu punya Pemprovsu, jadi tanya saja ke Dinas Bina Marga,” katanya.  Sebagai informasi, pada hari Sabtu (2/6) lalu, sekira pukul 11.30 jembatan Titikuning yang dibangun oleh Belanda itu runtuh secara tiba-tiba, tanpa diketahui penyebabnya. Namun diperkirakan jembatan ambruk karena sudah keropos tiangnya. (Linche)

Senin, 04 Juni 2012

Berita Reses

Anggota DPRDSU Ir Tagor Pandapotan Simangungsong Diulosi Himbau Pemko Medan Pembenahan Infrastruktur Jadi Prioritas                                                             
          Medan, Metro khatulistiwa. Com Kegiatan reses anggota DPRD Sumatera Utara asal daerah pemilihan Medan masih menerima keluhan dan pengaduan masyarakat terkait persoalan klasik. Masalah drainase, pembenahan tanah wakaf, infrastruktur jalan dan juga masih banyaknya jumlah pengangguran yang perlu diperhatikan Pemerintah Kota Medan.


Hal itu dikemukakan warga kelurahan Sicanang Kecamatan Medan Belawan dalam reses anggota DPRD Sumut asal Medan Tagor Pandapotan Simangungsomg, Sabtu (4/6) kemarin. Masyarakat mengeluhkan minimnya infrastruktur jalan dilingkungan mereka, dan masih banyaknya jalan yang belum diaspal hingga setiap hari harus memijak jalan yang becek yang menyebabkan kaki menjadi sakit gata-gatal, ujar M Silaban.


M Silaban juga mengeluhkan, sudah lama dia mengajukan agar jalan yang ada di tempat tingga;nya segera dibenahi karena kami tidak mempunyai sampan pak dewan, ungkapnya. Kepada DPRD Medan juga yang reses kemari sudah saya mohonkan tapi sampai sekarang tidak ada juga pembenahan jalan di lingkungan kami.


Sementara itu M Sinaga juga mengeluhkan tanah wakaf yang hingga saat ini masih terendam air pasang, hingga orang mati jadi dua kali mati pak dewan, keluhnya. Dia mengungkapkan jika akan dilakukan penguburan maka yang peti akan mengambang karena terendam air pasang yang terus mengenangi tanah wakaf.


Lanjutnya, di daerah kami ini ada pembangunan jalan tapi sampai sekarang tidak ada plank merek perusahaan yang memperbaiki jalan itu. Begitu juga dengan pembuangan limbah dari perusahaan yang ada di daerah kami, seperti PT PLN, PT Canang Indah, PT Cipta Prima, PT Belawan Deli dan juga PT PN Gas, perusahaan itu sangat mengganggu.


Kalau mati lampu di daerah Sicanang ini pak dewan, maka Genset dari PT PLN itu getarannya sangat terasa hingga ke rumah warga, menyebabkan dinding rumah kami retak, sementara itu pembuangan limbah PT Canang Indah abunya sampai ke rumah warga hingga banyak warga di daerah kami ini batuk-batuk. Jadi tolonglah kami pak dewan agar wilayah tempat tinggal kami diperhatikan, karena daerah kami ini paling tertinggal.

Sebagian warga juga meminta agar ibu-ibu yang ada di lingkungan mereka juga difasilitasi pekerjaan seperti menjahit pakaian, dan juga penyediaan fasilitas rumah jompo, dan juga masih banyaknya gizi buruk yang melanda balita dalam lingkungan mereka.

Tagor Pandapotan Simangungsong, selaku Anggota DPRD Sumut asal Medan yang juga politisi PDI Perjuangan mengatakan, dirinya akan menampung semua aspirasi masyarakat yang berada di Kelurahan Belawan Sicanang Kecamatan Medan Belawan. Karena memang sudah tugas dan kewajiban saya untuk menampung semua aspirasi dan juga keluhan dari masyarakat Sicanang. Dan dia akan segera melakukan koordinasi bersama Dinas Kesehatan Sumut, Dinas Sosial dan juga semua SKPD yang berkaitan dengan semua keluhan yang diungkapkan warga.
Kemudian Tagor usai Reses akan berupaya membawa agenda reses ini dalam Paripurna demi  pembenahan infrastruktur menjadi prioritas.Selanjutnya Tagor meninjau jalan-jalan yang ingin dibenahi warga dan juga mengunjungi tanah wakaf yang sering terkena air pasang.

Sebelumnya di Martubung dihadiri warga mencapai 500 orang didampingi Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda dan LSM menyambut Tagor dengan sukacita sebab baru kali ini dikunjungai Anggota Dewan., demikian ungkap Pasaribu didampingi Kiki Sihombing, Kepling dan Warga.

Pasaribu mennyampaikan keluhan tentang masalah drainase, IMB (izin mendirikan bangunan), bau limbah pabrik KIM dan masalah Jamkesmas.

Lalu Tagor meresponinya dengan positif akan menyampaikan dalam paripurna nanti dan memanggil Pemko Medan, masalah Jamkesmas itu anggaran dari Pusat, Jamkesda dana dari gubernur, sedangkan masalah Medan sehat adalah tanggung jawab Pemko Medan, maka bagi masyarakat yang belum mendapatkan jaminan kesehatan bukan urusan Kepling dan Kelurahan jadi yang mengurus itu adalah pihak statistik yang menentukan dan mensurveynya, namun demikian bila ada yang butuh Tagor siap melayaninya untuk dibantu, ujar Tagor.

Sementara Kiki Sihombing menyampaikan pentingnya masyarakat difasilitasi masalah ketrampilan dan keahlian dibidang jahit-menjahit agar disediakan dan dicari Bapak angkat. dan masalah lain yang disampaikan warga yaitu masalah pasar tradisional ada dikutip preman-preman sehari Rp 2500,-dan Rp 100 ribu/bulan

Tagor mendapat laporan masyarakat sangat terkejut adanya pungutan liar pihak preman akan kita sampaikan melalui pansus dapat diselesaikan dengan baik. Akhirnya wargamenyampaikan ulos sipalas roha melalui M Sitohang dan isteri kepada Tagor Simangunsong yang diakhiri makan siang dan berdendang bersama lagu " Anakna Burju" (Hisar/Janfrico)

Jumat, 01 Juni 2012

Varia Reses TA 2012

Ketua DPRDSU H Saleh Bangun Berjanji:                                   Akan Paripunakan Masalah Warga

Metro Khatulistiwa.Com
Kunjungan Reses Ketua DPRD Sumut, H Saleh Bangun bersama Anggota Fraksi Partai Demokrat (F-PD)  Kristiawati dan Tengku Dirkamsyah, yang berasal dari pemilihan (Dapil) 11 wilayah Binjai/Langkat bertatap muka yang bertujuan untuk menampung keluhan masyarakat berlangsung di Jalan T Amir Hamzah, Kelurahan Jati Karya, Binjai Utara. Rabu (30/5).

Warga mengungkapkan tentang masih banyaknya angka keluarga miskin di Binjai dan termasuk masih kurangnya penanganan perbaikan rumah tidak layak huni. Bahkan tersebutkan jumlah keluarga miskin tercatat 1000 Kepala Keluarga (KK) lebih yang harus mendapatkan perhatian serius Pemprovsu dan Daerah.

 Aktivitas ini  dihadiri Ketua DPC Partai Demokrat Binjai HM Sazali, Sekretarisnya Ardiansyah, SE serta pengurus DPC dan PAC Partai Demokrat se-Kota Binjai, anggota DPRD Binjai, H Bahman Nasution yang juga Wakil Ketua DPRD Binjai, Harsoyo, Mulia Ginting, Abdul Muis Matondang dan Kadisosnaker Binjai, Nani Sundari, Kapolsek Binjai Utara, AKP, Widya Budhi Hartati Sik, para undangan perwakilan warga dari masing-masing Kecamatan.

Kristiawati, berjanji akan mendengarkan dan sekaligus menampung aspirasi yang disampaikan menyangkut pengentasan kemiskinan, perbaikan rumah tidak layak huni yang nantinya menjadi agenda kami dalam Rapat Paripurna DPRD SU Tengku Dirkamsyah, anggota (F-PD) DPRD SU itu menambahkan, bahwa kegiatan reses telah menjadi agenda tahunan dewan yang bertujuan untuk menampung berbagai keluhan dan permasalahan yang terjadi. jelasnya.

Sementara itu, Kadisosnaker Binjai, Nani Sundari memaparkan tentang berbagai syarat ketentuan perbaikan rumah tidak layak huni antar lain, kepemilikan hak tanah yang syah, penghasilan keluarga yang tidak berkecukupan. “ Jadi penyaluran bantuan tersebut memiliki dasar ketentuan “ sebutnya.
Nani menjelaskan, bahwa Dinsosnaker Binjai telah menyalurkan bantuan perbaikan rumah yang berasal dari anggaran Pemprovsu dan APBD Binjai antara lain tahun 2010 sebanyak 100 rumah, tahun 2011 berjumlah 50 rumah dan 2012 akan menyusul selanjutnya batuan tidak layak huni lanjutan bagi rumah yang belum mendapatkannya. paparnya.             

Sedangkan Kapolsek Binjai Utara, AKP Widya Budhi Hartati, juga menyampaikan tentang bahaya penyalahgunaan dan peredaran narkoba yang setiap saat mengancam generasi muda disekitar kita, namun tanpa ada dukungan peran serta masyarakat pihak kepolisian sulit untuk memberantas. Oleh sebab itu, kami juga (polisi-read) mengajak semua elemen bekerjasama mengawasinya.(Hisar/Janfrico)